banyak ayat Al-Qur'an dan hadits yan menjelaskan tentang keutamaan waktu malam. ayat dan hadits tersbut juga menganjurkan kepada orang-orang saleh aga mengisi waktu malam dengan berbagai ibadah dan ketaatan. oleh karena itu, para ulama salaf yang salehsangat menginginkan agar mereka bisa meraih keutamaan yang agung itu. Pada waktu tersebut, mereka pun bersujud, bertobat, beribadah, memuji Allah, berdzikir, dan ruku' kepada-Nya. mereka mencari karunia dan keridhaan Allah SWT, menambah keyakinan dan keimanan, dan memohon anugrahnya. Allah adalah semulia-mulia yang diminta.
Diantara ayat-ayat Al-Qur'an yang menjelaskan keutamaan shalat malam adalah:
Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu tu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an. (QS. Al-Muzzammil : 20)
KEUTAMAAN SHALAT MALAM MENURUT AL SUNNAH
banyak sekali hadis yang menyebutkan keutamaan bagun malam. Diantaranya adalah pesan Nabi Muhammad kepada Mu'az bin Jabal, "Bangun pada tengah malam yang dilakukan oleh seorang hamba da[pat menebus dosanya." Kemudian bliau mengutip ayat, lambung mereka jauh dari tempat tidur, sementara mereka berdoa kepada Alla dengan rasa takut dan harap, ddan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka (QS Al-Sjdah : 16). Diiwayatkan juga bahwa orang yang rajin shalat tahajud pada malam hari, disaat orang lain sedang retidur nyenyak, akan masuk surga tanpa dihisab.
Ibnu Mas'ud meriwayatkan bahwa Nabi SA bersabda,
"Tuhan kita bangga kepada dua orang. Pertama, orang yang meninggalkan tempat tidur dan selimutnya ditengah keluarga dan kekasihnya untuk mendirikan salat. Allah Azza wa Jalla berfirman [kepada paramalaikat], 'Perhatikanlah hamba-Ku! Ia meninggalkan tempat tidurnya diantara kekasihnya dan keluarganya untuk mendirikan shalat karena mengharapkan anugerah-ku dan takut akan siksa-Ku. 'Kedua, orang yang berperang dijalan Allah sendirian, sementara teman-temannya lari dari mednan perang. Ia mengetahui apa akibatnya jika ia lari dari medan perang dan apa yang akan diraihnya jika ia maju terus ke medan peang. Kemudian, ia maju kemedan perang hingga terluka. Allah berfirman [kepada para malaikat], 'Perhatikanlah hamba-Ku ia maju kemedan perang karen mengharapkan anugrah-Ku dan takut akan siksa-Ku hingga terluka.' (HR Ahad, Abu Ya'la, Alhabrani, dan Ibn Hibban).
sementara itu dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Al-Thabrani Rasulullah bersabda,
"Sesungguhnya Allah tersenyum keada dua orang. Pertama, orang yang bangun malam hari yang dingin dengan meninggalkan tempat tidur dan selimutnya, lalu berwudhu dan shalat. Allah Azza wa Jalla bertanya kepada para malaikat, 'Apa yang mendorong hamba-Ku melakukan hal ittu?'Para malaikat menjawab, 'Tuhan, ia mengharapkan anugerah-Mu dan takut akan siksaan-Mu. 'Allah swt berfirman, 'Aku pasti memberikan apa yang ia harapkan dan memberinya rasa aman dari apa yang ia takutkan...' (dan seterusnya)."
Dua hadis diatas menegaskan behwa Allah ridha kepada dua kelompok orang dan membanggakan mereka kepada para malaikat-Nya. Mereka adalah orang-orang yang bersusah payah untuk melaksanakan shalat malam demi mengaharap ridha Allah dan orang-orang yang berjuang melawan musuh sehingga terluka dalam mencari ridha-Nya.
Ungkapan yang digunakan oleh Allah untuk diri-Nya dan oleh Rasulullah sa, yaitu bangga, tersenyum, bahagia, murka. Tidak seperti kebanggaan dan seyuman manusia, tetapi sebagaimana yang pantas bagi Zat-Nya Yang Mahasuci. Abdullah bin Salam berkata, "Ketika pertama kali Rasulullah saw datang ke Madinah, orang-orang segera menghampirinya. Ketika memperhatikan dan mencerna wajahnya, tahulah saya bahwa wajahnya bukan wajah pendusta. Dia melanjutkan, "Kalimat pertama yang saya dengar darinya adalah 'sebarkan salam, berilah makan(orang-orang yang membutuhkan), sambungkanlah silaturahmi, dan shalatlah pada malam hari ketika orang lain edang tertidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat." (HR Tirmidzi dan Ibn Majah).
Abdullah bin salam dapat mengetahui kejujuran nabi Muhammad Saw, dengan hanya memerhatikan wajahnya. sungguh ini merupakan sebuah tanda kebesaran Allah. Selanjutnya, empat hal yang disampaikan Rasulullah merupakan kunci untuk memasuki surga. keempat hal tersebut adalah :
1. Menyebarkan salam untuk memperluas perenalan ditengan masyarakat dan menghilngkan rintangan-rintangan psikologis antara individu.
2. memberi makan orang-orang yang membutuhkan terutama pada masa sulit dan kelaparan
3. Menyambung silaturahmi untuk mmpererat hubungan diantara para kerabat. Islam mengajarkan bahwa mereka memiliki hak yang utama terhadap diri kita.
4. Shalat malam ketika oarang lain sednag tidur. Hali tu dapat mempererat hubungan ruhaniah ita kepada Allah Swt.
Demikianlah, semoga dapat menjadi bahan renungan dan penyemangat untuk mendirikan shalat malam...sekian







0 komentar:
Posting Komentar